Assalamualaykum Warrahmatullah
Semakin kesini, semakin cerdas para orangtua dalam memberikan investasi terbaik untuk anak-anaknya dimasa depan kelak seperti investasi pendidikan misalnya, untuk mempersiapkan diri sang anak 10-20 tahun kedepan. Entah untuk menjadi seorang karyawan diperusahaan besar atau menjadi seorang pengusaha, beragam pendidikan mulai yang formal dan nonformal dari yang sekolah subsidi sampai les jutaan rupiah sudah dipersiapkan. tentunya banyak faktor yang mempengaruhi itu terjadi, mungkin karena faktor ekonomi, pendidikan dan lainnya.
Tetapi saya ingat nasehat dari seorang guru yaitu semakin cerdas seseorang adalah yang semakin panjang mempersiapkan masadepannya, dan masa depan tidak hanya masa depan dunia 10, 20, 30 tahun kemudian tetapi juga masa depan kita di akhirat kelak. dan manusia paling cerdas yang pernah ada di dunia bukan Einsten atau bahkan Newton, tapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, jangankan untuk dunianya, bahkan untuk akhiratnya beliau sudah fikirkan, termasuk dunia dan akhirat ummatnya.
Manusia (termsuk saya sendiri) sering dilalaikan dengan urusan dunia yang entah kita hanya akan hidup berapa lama, padahal sudah sangat jelas diberitakan dalam Alqur'an bahwa dunia hanyalah tempat sementara yang fana, berikut amalan yang insyaAllah akan menjadi penolong kita di akhirat kelak.
7 Amal Jariyah, Investasi terbaik untuk akhiratmu kelak
Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:
- Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
- Anak shalih yang ia tinggalkan.
- Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.
- Masjid yang ia bangun.
- Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
- Sungai yang ia alirkan.
- Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup.
Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah, no. 242; Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Al-Mundziri. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Muhammad Abduh Tuasikal,MSc September 27, 2016
Jika setiap postinganmu tidak bisa menjadi amal jariyah di akhirat kelak, jangan jadikan postingan mu penambah dosa jariyahmu kelak
Semoga postingan ini juga menjadi amal jariyah bagi saya, penulis dan bagi para pembaca, aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar