Kamis, 27 September 2012

Tentang Subnetting

hai, setelah sebelumnya aku ng-post tentang korea2an sekarang aku mau ng-post tentang pelajaran ya, yang mudah2an bisa bermanfaat untuk teman2, karena sebelumnya aku pernah dapet tugas untuk mempersentasikan subnetting dikampus, untuk mempermudah teman2 yang sedang mencari info tentang subnetting aku share ini dari pengalaman belajarku^^  yuukkk kita belajar..

Dimulai dari pengertian subnetting, apasih itu Subnetting ???
Dengan makin bertambahnya jumlah pengguna jaringan sehingga pengalamatan network sangat terbatas,  dibuatlah suatu metode untuk memperbanyak Network ID dari suatu Network ID yang telah ada nah metode inilah yang disebut dengan subnetting. Subnetting yaitu suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID  yang telah dimiliki.  Network ID mengorbankan sebagian bit Host ID untuk membuat Network ID tambahan, dengan menggunakan IPV4 (yang hanya terdiri atas 32 bit) yang terbagi dalam 2 bagian, yaitu :
1. Identitas jaringan (Network Number)
2. Identitas host(Host Number)
untuk mempermudah teman-teman semakin memahami & mahir menghitung subnetting, aku kasih tips nya ^^ , yaitu :
Perhitungan Subnetting meliputi 5 hal, yaitu :
1. Subnetmask baru hasil subneting, subnetmask yaitu istilah tekhnologi informasi dalam bahasa inggris, yang mengacu kepada angka biner yang digunakan untuk membedakan network ID dengan Host ID.
2. Jumlah subnet yang terbentuk
3. Jumlah Host tiap subnet ( Host ID adalah Host ID adalah byte setelah byte-byte dari Network ID pada sebuah alamat network, yang menunjukkan host itu sendiri.)
4. Range alamat host tiap subnet
5. Alamat broadcast tiap subnet, Broadcast yaitu Alamat yang digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan

            Subnetting dapat diterapkan pada alamat IP  Classfull (Pengalamatan  dengan menggunakan kelas-kelas) dan juga IP Classless (Pengalamatan tanpa kelas) dengan menggunakan Notasi CIDR (Classless Inter Domain Routing) yaitu penulisan IP address dengan mencantumkan jumlah bit yang digunakan sebagai network ID menggunakan notasi slash (/) atau garis miring.

aku jelaskan dulu ya tentang Notasi CIDR supaya semakin paham...
            Notasi CIDR (Classless Inter Domain Routing) adalah metode yang digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada suatu perusahaan, ke setiap tempat para pengguna layanan dari ISP tersebut. Dalam hal ini ISP menyediakan alamat dalam ukuran blok (Block Size) tertentu.
Tabel Subnetmask dan nilai slash-nya
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0    
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224        
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30


Tabel IP Address Dan Subnetting
IP Address
Posisi Bit
8th
7th
6th
5th
4th
3th
2th
1th
Bobot
2^7
2^6
2^5
2^4
2^3
2^2
2^1
2^0
Bentuk Binner
10000000
01000000
00100000
00010000
00001000
00000100
00000010
00000001
Bentuk Desimal
128
64
32
16
8
4
2
1

Subnetting
Jumlah Bit Mask
1
2
3
4
5
6
7
8
Subnet Mask
128
192
224
240
248
252
254
255
Bentuk Binner
10000000
11000000
11100000
11110000
11111000
11111100
11111110
11111111
Bentuk Slash
/1
/2
/3
/4
/5
/6
/7
/8
Bentuk Subnet
2
4
8
16
32
64
128

256


aku juga kasih bonus nih, proses hitung subnetting tahap demi tahap, yang menurut aku cara ini paling mudah, yuk kita mulai hitung menghitungnya, Proses hitung Subnetting (IP Kelas C)
Langkah-langkahnya :
1. Tentukan terlebih dahulu termasuk dalam kelas apa IP yang akan dicari nilai subnettingnya.
Contoh : network ID  adalah 192.168.0.0 dan subnetmask-nya adalah 255.255.255.224, Disini kita ketahui jika network ID tersebut masuk kedalam IP kelas C (masuk jangkauan antara 192-223).

2.Oktet ke-4 dari subnetmask telah diselubungkan dengan angka 224 (Lihat tabel subnetting untuk mengetahui jumlah bit yang diselubungkan oleh angka tersebut).

3. Setelah dapat diketahui jumlah bit-nya (dari tabel subnetting) kemudian hitunglah jumlah subnet yang akan terbentuk dengan rumus 2ᴺ (N didapat dari jumlah angka 1 di oktet ke 4 pada binary tersebut/jumlah bit yang terdapat pada tabel subnetting). Dan didapatlah 2³ = 8 , maka telah diketahui bahwa jumlah subnet-nya adalah 8.

4. Selanjutnya hitunglah jumlah host per subnet yang bisa didapat dengan rumus 2ᴺ-2 (N didapat dari jumlah angka 0 di oktet ke 4 pada binary yang sudah ada / (8 – jumlah bit)).  Maka proses hitungnya adalah   -2 = 30, berarti dapat diketahui jumlah host per subnet-nya adalah 30.

5. Lalu hitunglah blok subnet-nya/jangkauan subnet-nya untuk mengetahui kelipatan berapa saja yang dapat digunakan untuk membentuk subnet baru dengan rumus 256 – (angka oktet yang diselubungkan) berarti 256 – 224 = 32, maka subnet yang terbentuk adalah dengan menggunakan kelipatan 32 tetapi tidak boleh lebih dari subnett yang diselubungkan berarti didapatlah rangkaian 0,32,64,96,128,160,192 dan 224.

            Dengan proses hitung diatas maka didapatlah subnet-subnet baru dari network ID 192.168.0.0 dan subnetmask 255.255.255.224 yaitu :
192.168.0.0 , 192.168.0.32 , 192.168.0.64 , 192.168.0.96 , 192.168.0.128 , 192.168.0.160 , 192.168.0.198 dan 192.168.0.224.
Lengkapnya adalah sebagai berikut:
Untuk subnet pertama: Network ID   = 192.168.0.0
                                      IP Address     = 192.168.0.1 s/d 192.168.0.30
                                      IP Broadcast  = 192.168.0.31
                                      Subnetmask  = 2555.255.255.244
Untuk subnet kedua: Network ID      = 192.168.0.32
                                      IP Address     = 192.168.0.33 s/d 192.168.0.62
                                      IP Broadcast  = 192.168.0.63
                                      Subnetmask  = 2555.255.255.244, dan seterusnya.

Soal Subnetting IP kelas C (Notasi CIDR)
Network ID                :200.120.10.0/24
Subnetmask                 :255.255.255.0
Jumlah Bit Mask         : 4 bit (N = Jumlah bit mask)
Proses Hitung              :
Langkah 1 => (Lihat Tabel Subnetting)
                        Dapat diketahui bahwa subnetmask dari jumlah bit mask 4 adalah  240. Berarti subnetmask yang baru adalah 255.255.255.240
Langkah 2 =>
                        Hitung jumlah subnet yang diselubungkan dengan rumus 2ᴺ =  = 16

Langkah 3 => (Tentukan kelipatan Subnet)
                        Rumus (256 – Bobot Mask) = 256 – 240 = 16
                        Jadi dapat diketahui ada 16 subnet dengan kelipatan 16 yaitu : 0,16,32,48,64,80,96,112,128,144,160,176,192,208,224,240.
Jadi subnet baru yang terbentuk adalah 200.120.10.0 , 200.120.10.16 , dan seterusnya.
Nilai Slash (/) yang baru adalah ( nilai slash (/) + N) = /24+4=/28
Lengkapnya adalah :
Untuk subnet pertama: Network ID   = 200.120.10.0/28
                                      IP Address     = 200.120.10.1 s/d 200.120.10.14
                                      IP Broadcast  = 200.120.10.15
                                      Subnetmask  = 2555.255.255.240
Untuk subnet kedua: Network ID      = 200.120.10.16
                                      IP Address     = 200.120.10.17 s/d 200.120.10.30
                                      IP Broadcast  = 200.120.10.31
                                      Subnetmask  = 2555.255.255.240 , dan seterusnya.
nah gimana penjelasan tentang subnettingnya??? mudah2an bisa lebih paham ya..
kalo artikel ini bermanfaat, aku minta tolong untuk para reader meninggalkan jejaknya,hehehe berupa komentar,,, 
terima kasih....









3 komentar:

  1. Balasan
    1. bagian mananya?^^
      itu sudah sesuai tahapan yg menurut saya paling mudah :D

      Hapus
  2. Maaf 256 nya dari mana ya saya belum paham

    BalasHapus