Dengan makin bertambahnya jumlah pengguna jaringan sehingga pengalamatan network sangat terbatas, dibuatlah suatu metode untuk memperbanyak Network ID dari suatu Network ID yang telah ada nah metode inilah yang disebut dengan subnetting. Subnetting yaitu
suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah dimiliki. Network ID mengorbankan
sebagian bit Host ID untuk membuat Network ID tambahan, dengan menggunakan IPV4 (yang hanya terdiri atas 32 bit) yang terbagi dalam 2 bagian, yaitu :
1. Identitas
jaringan (Network Number)
2. Identitas
host(Host Number)
untuk mempermudah teman-teman semakin memahami & mahir menghitung subnetting, aku kasih tips nya ^^ , yaitu :
Perhitungan
Subnetting meliputi 5 hal, yaitu :
1. Subnetmask baru
hasil subneting, subnetmask yaitu istilah tekhnologi informasi dalam bahasa
inggris, yang mengacu kepada angka biner yang digunakan untuk membedakan
network ID dengan Host ID.
2. Jumlah subnet yang
terbentuk
3. Jumlah Host tiap
subnet ( Host ID adalah Host ID adalah byte setelah
byte-byte dari Network ID pada sebuah alamat network, yang menunjukkan host itu
sendiri.)
4. Range alamat host
tiap subnet
5. Alamat broadcast tiap subnet,
Broadcast yaitu Alamat
yang digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh
seluruh host yang ada pada suatu jaringan
Subnetting dapat diterapkan pada alamat
IP Classfull (Pengalamatan dengan menggunakan kelas-kelas) dan juga IP
Classless (Pengalamatan tanpa kelas) dengan menggunakan Notasi CIDR (Classless
Inter Domain Routing) yaitu penulisan IP address dengan mencantumkan jumlah bit
yang digunakan sebagai network ID menggunakan notasi slash (/) atau garis
miring.
aku jelaskan dulu ya tentang Notasi CIDR supaya semakin paham...
Notasi CIDR
(Classless Inter Domain Routing) adalah metode yang digunakan oleh ISP
(Internet Service Provider) untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada suatu
perusahaan, ke setiap tempat para pengguna layanan dari ISP tersebut. Dalam hal
ini ISP menyediakan alamat dalam ukuran blok (Block Size) tertentu.
Tabel
Subnetmask dan nilai slash-nya
Subnet
Mask
|
Nilai
CIDR
|
255.128.0.0
|
/9
|
255.192.0.0
|
/10
|
255.224.0.0
|
/11
|
255.240.0.0
|
/12
|
255.248.0.0
|
/13
|
255.252.0.0
|
/14
|
255.254.0.0
|
/15
|
255.255.0.0
|
/16
|
255.255.128.0
|
/17
|
255.255.192.0
|
/18
|
255.255.224.0
|
/19
|
Subnet Mask
|
Nilai CIDR
|
255.255.240.0
|
/20
|
255.255.248.0
|
/21
|
255.255.252.0
|
/22
|
255.255.254.0
|
/23
|
255.255.255.0
|
/24
|
255.255.255.128
|
/25
|
255.255.255.192
|
/26
|
255.255.255.224
|
/27
|
255.255.255.240
|
/28
|
255.255.255.248
|
/29
|
255.255.255.252
|
/30
|
Tabel
IP Address Dan Subnetting
IP Address
|
||||||||
Posisi Bit
|
8th
|
7th
|
6th
|
5th
|
4th
|
3th
|
2th
|
1th
|
Bobot
|
2^7
|
2^6
|
2^5
|
2^4
|
2^3
|
2^2
|
2^1
|
2^0
|
Bentuk Binner
|
10000000
|
01000000
|
00100000
|
00010000
|
00001000
|
00000100
|
00000010
|
00000001
|
Bentuk Desimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Subnetting
|
||||||||
Jumlah Bit Mask
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
Subnet Mask
|
128
|
192
|
224
|
240
|
248
|
252
|
254
|
255
|
Bentuk Binner
|
10000000
|
11000000
|
11100000
|
11110000
|
11111000
|
11111100
|
11111110
|
11111111
|
Bentuk Slash
|
/1
|
/2
|
/3
|
/4
|
/5
|
/6
|
/7
|
/8
|
Bentuk Subnet
|
2
|
4
|
8
|
16
|
32
|
64
|
128
|
256
|
aku juga kasih bonus nih, proses hitung subnetting tahap demi tahap, yang menurut aku cara ini paling mudah, yuk kita mulai hitung menghitungnya, Proses hitung Subnetting (IP Kelas C)
Langkah-langkahnya :
1. Tentukan terlebih dahulu termasuk dalam kelas apa
IP yang akan dicari nilai subnettingnya.
Contoh : network ID
adalah 192.168.0.0 dan subnetmask-nya adalah 255.255.255.224, Disini
kita ketahui jika network ID tersebut masuk kedalam IP kelas C (masuk jangkauan
antara 192-223).
2.Oktet ke-4 dari subnetmask telah diselubungkan
dengan angka 224 (Lihat tabel subnetting untuk mengetahui jumlah bit yang
diselubungkan oleh angka tersebut).
3. Setelah dapat diketahui jumlah bit-nya (dari
tabel subnetting) kemudian hitunglah jumlah subnet yang akan terbentuk dengan
rumus 2ᴺ (N didapat dari jumlah angka 1 di oktet ke 4 pada binary
tersebut/jumlah bit yang terdapat pada tabel subnetting). Dan didapatlah 2³ = 8
, maka telah diketahui bahwa jumlah subnet-nya adalah 8.
4. Selanjutnya hitunglah jumlah host per subnet yang
bisa didapat dengan rumus 2ᴺ-2 (N didapat dari jumlah angka 0 di oktet ke 4
pada binary yang sudah ada / (8 – jumlah bit)).
Maka proses hitungnya adalah
-2 = 30, berarti dapat diketahui jumlah
host per subnet-nya adalah 30.
5. Lalu hitunglah blok subnet-nya/jangkauan subnet-nya untuk
mengetahui kelipatan berapa saja yang dapat digunakan untuk membentuk subnet
baru dengan rumus 256 – (angka oktet yang diselubungkan) berarti 256 – 224 =
32, maka subnet yang terbentuk adalah dengan menggunakan kelipatan 32 tetapi
tidak boleh lebih dari subnett yang diselubungkan berarti didapatlah rangkaian
0,32,64,96,128,160,192 dan 224.
Dengan proses
hitung diatas maka didapatlah subnet-subnet baru dari network ID 192.168.0.0
dan subnetmask 255.255.255.224 yaitu :
192.168.0.0 , 192.168.0.32 , 192.168.0.64 ,
192.168.0.96 , 192.168.0.128 , 192.168.0.160 , 192.168.0.198 dan 192.168.0.224.
Lengkapnya adalah sebagai berikut:
Untuk subnet pertama: Network ID = 192.168.0.0
IP Address
= 192.168.0.1 s/d 192.168.0.30
IP Broadcast
= 192.168.0.31
Subnetmask
= 2555.255.255.244
Untuk subnet kedua: Network ID = 192.168.0.32
IP Address
= 192.168.0.33 s/d 192.168.0.62
IP Broadcast
= 192.168.0.63
Subnetmask
= 2555.255.255.244, dan seterusnya.
Soal Subnetting IP kelas C (Notasi CIDR)
Network ID :200.120.10.0/24
Subnetmask :255.255.255.0
Jumlah Bit Mask :
4 bit (N = Jumlah bit mask)
Proses Hitung :
Langkah 1 => (Lihat Tabel Subnetting)
Dapat
diketahui bahwa subnetmask dari jumlah bit mask 4 adalah 240. Berarti subnetmask yang baru adalah
255.255.255.240
Langkah 2 =>
Hitung
jumlah subnet yang diselubungkan dengan rumus 2ᴺ =
=
16
Langkah 3 => (Tentukan kelipatan Subnet)
Rumus
(256 – Bobot Mask) = 256 – 240 = 16
Jadi
dapat diketahui ada 16 subnet dengan kelipatan 16 yaitu :
0,16,32,48,64,80,96,112,128,144,160,176,192,208,224,240.
Jadi subnet baru yang terbentuk adalah 200.120.10.0 ,
200.120.10.16 , dan seterusnya.
Nilai Slash (/) yang baru adalah ( nilai slash (/) + N) =
/24+4=/28
Lengkapnya adalah :
Untuk subnet pertama: Network ID = 200.120.10.0/28
IP Address
= 200.120.10.1 s/d 200.120.10.14
IP Broadcast
= 200.120.10.15
Subnetmask
= 2555.255.255.240
Untuk subnet kedua: Network ID = 200.120.10.16
IP Address
= 200.120.10.17 s/d 200.120.10.30
IP Broadcast
= 200.120.10.31
Subnetmask
= 2555.255.255.240 , dan seterusnya.
nah gimana penjelasan tentang subnettingnya??? mudah2an bisa lebih paham ya..
kalo artikel ini bermanfaat, aku minta tolong untuk para reader meninggalkan jejaknya,hehehe berupa komentar,,,
terima kasih....
pusing bukk
BalasHapusbagian mananya?^^
Hapusitu sudah sesuai tahapan yg menurut saya paling mudah :D
Maaf 256 nya dari mana ya saya belum paham
BalasHapus